Nafsu membelenggu dan tak menyisakan ruang untuk mengingat Allah. Menenggelamkan kesucian nurani di balik bayangan –bayangan ilusi yang diciptakan oleh akal dan gairah sesaat duniawi.Terbelenggu dalam jerat yang semakin ketat manakala engkau mengikuti dan menuruti kemauannya. Tak mungkin terlepas kecuali dengan kehendakNya yang Maha Rahmaan dan Rahiim.
Berjuanglah untuk membebaskan dirimu dari belenggu nafsu, seberat apapun itu. Bersandarlah kepada kekuatan Allah jika engkau merasa tak mampu untuk itu. Tiada kekuatanmu kecuali kepada kekuatan Ilahi Rabbi.
Duhai.. nafsu yang senantiasa membayangi gerak batinmu, jangan dengarkan ia jangan hiraukan ia karena ia akan terus membisiki rayuan untuk mengajakmu memasuki lembah kenistaannya. Hiasan dunia yang fana dan sesaat, karena setelah itu yg tinggal hanyalah kesengsaraan, kesempitan, kebencian, keputusasaan, ketidakberdayaan, keterpurukan, penderitaan, dan kehinaan di mata Allah. Jangan ikuti ia jika menjadi manusia mulia tujuan perjalananmu. Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah. Tiada kekuatan selain kekuatan Allah !!...
Tutup matamu dari penglihatan hina, tutup telingamu dari bisikan hina, tutup hatimu dari sentuhan-sentuhan batin yang hina yang ditiup2kan setan kepadamu. Semuanya adalah tiada. Semuanya adalah bayangan semata. Tidak nyata. Engkau akan mengetahuinya nanti setelah engkau tiada dan berdiri di hadapanNya. Hanya engkau dan IA. Semuanya hanyalah perhiasan dunia yang fana dan tidak nyata.
Nafsumu hanyalah debu di atas batu yg kemudian tertiup angin manakala semua kenikmatan itu telah berlalu. Ia tiada karena ia hanya hidup sesaat dari makanan batinmu yg engkau serahkan kepadanya. Ia akan mati jika engkau tak memberinya makan dan minuman dari hatimu. Ia akan pergi jika engkau memaksa hatimu untuk tidak memanjakannya. Sakit pada mulanya, tapi itu adalah peringatan kepadamu agar engkau tidak terjerumus ke dalam rayuan palsunya. Tunduklah dan rasakan kesakitanmu! Subhanallah, maha suci Allah yang hanya dengan kekuatanNYA engkau bisa melawan nafsumu.
Jangan patah semangat dalam perjuangan ini. Semuanya adalah pelajaran bagimu. Cermati satu persatu dan maknai semuanya dengan hati-hati. Dalam setiap peristiwa ada pelajaran tentang apa yg dapat menarikmu ke dalam jebakan nafsu. Setiap peristiwa menunjukkan pintu-pintunya. Setiap tatapan mata, setiap kerlingan, setiap bisikan, setiap gerak dan sentuhan. Semuanya menjadi pintu yang berbahaya bagi dirimu.
Anakku, tetap jaga kesucian batinmu. Jangan kotori dengan perhiasan murah dari dunia yang sesaat ini. Yakinlah, bhw kehidupan di alam nanti jauh lebih indah dan lebih membahagiakan rasanya. Semua yg dijanjikan dunia menjadi tidak berarti dibandingkan dengan semua yg diperoleh di alam nanti. Amat sangat jauh berbeda. Bagai bumi dan langit. Sabarlah dengan waktu. Bersabarlah dengan cobaan dan ujian yang diberikan kepadamu. Jangan tertipu, jangan terperdaya. Berat memang, anakku. Sangat berat. Tapi bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk dilawan dan dikalahkan. Hanya satu yg musti diingat: tawakkal kepada pertolongan Gusti Allah. Istighfar dan bersabar. Meski engkau menjadi dikucilkan karenanya. Meski engkau menjadi sepi dan sendiri di dunia, tapi hatimu akan penuh dengan malaikat2NYA yang terus menerus menaburkan keindahan pesonanya, anakku.. Subhanallah..Subhanallah..Subhanallah..begitu indah..sangat indah..terindah.. Subhanallah.
Yakinlah anakku, dunia ini hanya sebentar. Mereka yg memiliki kecantikan dan pesona hanya sebentar. Bersabarlah dengan waktu. Sandarkan dirimu kepada pertolongan Allah untuk menaklukan nafsumu, Perbanyak istighfar. Lupakan kenikmatan sesaat, lupakan pesona sesaat, lupakan rayuan dan keharuman sesaat. Istighfar..istighfar..istighfar..
Sepi dari makhluqNya. Seindah apapun mereka. Maka akan IA ramaikan hatimu dengan keindahan yang terindah dari sisiNYA. Subhanallah…
Bersabarlah anakku. Bersabarlah…..
Senin
Berhentilah Di Sini ...
Kembara hati melanglang dunia mencari bahagia. Mendaki ketinggian dunia mencari damai di atas hamparan mega. Menyelami kedalaman lautan mencari hening dalam kesunyian yang dalam. Menjelajahi padang rumput savana dan perbukitan, mencari damai pada pucuk-pucuk ilalang dan bunga-bunga yang berterbangan. Menemani malam-malam penuh kesepian melabuhkan segala kegelisahan pada rembulan yang lembut mengambang. Mengunjungi banyak hati, melabuhkan rasa dan keinginan mencintai. Duhai, hati yang mencari bahagianya...kemana lagi engkau kan mencari? Berapa jauh lagi engkau kan pergi melangkahkan kaki? Berapa banyak hati lagi ?...
Dan waktu pun berlalu, dan seakan perjalananmu tak pernah berhenti. Tak pernah sampai. Hari berganti minggu, minggu memberi jalan kepada bulan, dan bertahun waktu satu-satu berlalu. Bahagia yang engkau cari hanya sekejap hadir dalam sejenak sepi, seteguk warna-warni, sebentar kepuasan jasadi. Dan segala pencarian itu terus kembali. Doamu seakan tak menghantarkanmu. Sujudmu seakan tak menyampaikanmu. Khusyu-mu seakan tak mendamaikan hatimu... Ah..harus bagaimana lagi aku?..
Berhentilah mengembara, duhai hati yang mencari. Diam di sini. Karena sesungguhnya "perjalanan" yang sebenarnya ada dalam hatimu. Engkau "mencari" apa yang sesungguhnya telah ada bersamamu sejak awal penciptaanmu. "Jarak" dan merasa "jauh"-mu sesungguhnya adalah tipuan mata dan ilusi yang menghalangimu. Berlapis hijab dicipta oleh akal, hasrat, tabiat dan angan-anganmu..."menjauhkan" mu. Nafsumu membangun dunia bayang-bayang yang menguasai akal, nurani dan jiwamu..."menutupi" mu. Padahal semua yang engkau cari telah ada bersamamu, dalam dirimu, bahkan lebih dekat daripada urat-lehermu!!
Dan waktu pun berlalu, dan seakan perjalananmu tak pernah berhenti. Tak pernah sampai. Hari berganti minggu, minggu memberi jalan kepada bulan, dan bertahun waktu satu-satu berlalu. Bahagia yang engkau cari hanya sekejap hadir dalam sejenak sepi, seteguk warna-warni, sebentar kepuasan jasadi. Dan segala pencarian itu terus kembali. Doamu seakan tak menghantarkanmu. Sujudmu seakan tak menyampaikanmu. Khusyu-mu seakan tak mendamaikan hatimu... Ah..harus bagaimana lagi aku?..
Berhentilah mengembara, duhai hati yang mencari. Diam di sini. Karena sesungguhnya "perjalanan" yang sebenarnya ada dalam hatimu. Engkau "mencari" apa yang sesungguhnya telah ada bersamamu sejak awal penciptaanmu. "Jarak" dan merasa "jauh"-mu sesungguhnya adalah tipuan mata dan ilusi yang menghalangimu. Berlapis hijab dicipta oleh akal, hasrat, tabiat dan angan-anganmu..."menjauhkan" mu. Nafsumu membangun dunia bayang-bayang yang menguasai akal, nurani dan jiwamu..."menutupi" mu. Padahal semua yang engkau cari telah ada bersamamu, dalam dirimu, bahkan lebih dekat daripada urat-lehermu!!
Bukan Kata Kata
Keindahan iman hanya terpancar manakala ia telah tertanam di hati manusia. Bersinar, bercahaya indahnya menerangi hati manusia di sekitarnya. Hanya di hati, iman dapat tumbuh subur. Akarnya menghunjam dalam dan ranting-rantingnya mengangkasa menembus langitNya.
Murnikan hatimu dengan keikhlasan dan ketulusan pengabdian kepadaNya saja. Keimanan adalah meyakini dalam hati, bahwa hanya ada satu tujuan hidup ini: Allah. Dan hanya Gusti Allah semata. Tidak ada lainnya yang mendampingi dalam menjadi tujuan perjalanan. Keimanan adalah meyakini, bahwa hanya Gusti Allah tempat bergantung dan bersandar. Karena tidak ada kekuatan selain kekuatanNya. Laa hawla wa laa quwwata illa billaah...
Iman yang hanya tergantung di mulut, hanyalah basa-basi dan hiasan dunia. Indah di mata, tapi buruk bersemayam di hati. Tiada kemurnian yang diberikan, tiada ketulusan, dan tiada keindahan. Iman di mulut hanyalah gula-gula. Yang terasa manis sekejap...tetapi lenyap seketika manakala kata-kata berakhir.
Tawakkal berarti menyerahkan semua urusan kepadaNya dan bukan kepada makhluqNya. Hanya kepadaNya tempat meminta, hanya kepadaNya tempat bersandar. Untuk urusan apapun jua. Dan tawakkal adalah sepenuh penghambaan kepadaNya, dalam kemurnian paripurna. Hanya kepada Allah, hanya untuk Allah, hanya dengan Allah...
Takwa di hati adalah penyerahan total kepada kekuasaan dan kemuliaanNya. Takwa di mulut adalah penghamburan kata-kata tak bermakna. Sedap didengar, tapi kata-kata tak bernyawa. Tak ada sedikitpun makna yang ditinggalkannya. Semuanya hampa...dan hanya kata-kata semata. Iman di hati, takwa di jiwa. Hanya kepada Allah, hanya dengan Allah, hanya untuk Allah. Laa ilaha illa Allah...
Murnikan hatimu dengan keikhlasan dan ketulusan pengabdian kepadaNya saja. Keimanan adalah meyakini dalam hati, bahwa hanya ada satu tujuan hidup ini: Allah. Dan hanya Gusti Allah semata. Tidak ada lainnya yang mendampingi dalam menjadi tujuan perjalanan. Keimanan adalah meyakini, bahwa hanya Gusti Allah tempat bergantung dan bersandar. Karena tidak ada kekuatan selain kekuatanNya. Laa hawla wa laa quwwata illa billaah...
Iman yang hanya tergantung di mulut, hanyalah basa-basi dan hiasan dunia. Indah di mata, tapi buruk bersemayam di hati. Tiada kemurnian yang diberikan, tiada ketulusan, dan tiada keindahan. Iman di mulut hanyalah gula-gula. Yang terasa manis sekejap...tetapi lenyap seketika manakala kata-kata berakhir.
Tawakkal berarti menyerahkan semua urusan kepadaNya dan bukan kepada makhluqNya. Hanya kepadaNya tempat meminta, hanya kepadaNya tempat bersandar. Untuk urusan apapun jua. Dan tawakkal adalah sepenuh penghambaan kepadaNya, dalam kemurnian paripurna. Hanya kepada Allah, hanya untuk Allah, hanya dengan Allah...
Takwa di hati adalah penyerahan total kepada kekuasaan dan kemuliaanNya. Takwa di mulut adalah penghamburan kata-kata tak bermakna. Sedap didengar, tapi kata-kata tak bernyawa. Tak ada sedikitpun makna yang ditinggalkannya. Semuanya hampa...dan hanya kata-kata semata. Iman di hati, takwa di jiwa. Hanya kepada Allah, hanya dengan Allah, hanya untuk Allah. Laa ilaha illa Allah...
Dalam Belenggu Pengingkaran
Ada hati tak berhati.
Dalam sebuah gejolak, dalam pertarungan.
Antara ada fakta dalam sebuah penisbahan dalam alam
Tak terelak dalam nada sebuah sumber kemelut
Dalam duka nestapa,
Derita panjang teralir dari sebuah telaga dalam jelaga
Mengingkari antara realita terendam dalam jelaga angkara,
Aneh dan terluka.
Terlalu benar dalam belenggu keingkaran,
Dan terlalu lama dalam angkara.
Dalam sebuah gejolak, dalam pertarungan.
Antara ada fakta dalam sebuah penisbahan dalam alam
Tak terelak dalam nada sebuah sumber kemelut
Dalam duka nestapa,
Derita panjang teralir dari sebuah telaga dalam jelaga
Mengingkari antara realita terendam dalam jelaga angkara,
Aneh dan terluka.
Terlalu benar dalam belenggu keingkaran,
Dan terlalu lama dalam angkara.
Suka dan Duka Adalah Pelajaran DariNya
Hati adalah kumpulan keadaan yang selalu berubah setiap waktu. Kadang ia menjadi gembira dan bersuka. Kadang ia menjadi suka dan berpedih. Begitu selalu sepanjang masa tidak ada habisnya. Hingga kita mencapai batas usia. Jangan hanyutkan dirimu dalam naik-turunnya irama hati. Karena ia hanya akan mengombang-ambingkanmu. Menyebabkan gundah dan was-was, dan jalan masuk bagi bisikan setan ke dalam hatimu.
Sesungguhnya semua keadaan hakikatnya dari Gusti Allah semata. Sukamu, dukamu, tawamu, airmata pedihmu, semuanya adalah anugerahNya untuk melatih jiwa dan hatimu. Tanpa duka, engkau tak pernah dewasa. Tanpa airmata, engkau tak menghargai bahagia...
Terimalah dengan lapang dadamu semua yang IA berikan pada hatimu. Sakit dan gembiramu adalah pelajaran/hikmah yang harus engkau pahami. Jangan berlarut dalam duka, jangan terlena dalam suka. PAda setiapnya ada makna tersembunyi, yang hanya bisa dilihat dengan mata jiwa.
Gusti Allah Maha Halus dalam mengajarkan hamba-hambaNya. IA sisipkan rahasia-rahasiaNya dalam setiap kejadian, agar hamba-hambaNya dapat mengambil pelajaran yang dalam yang harus dibaca dan diresapi artinya secara perlahan. Untuk jadi pegangan perjalanan kehidupan.
Pedih, ceria, duka, tawa...adalah keadaan hati yang senantias berubah dan terus berubah sepanjang masa. Hingga usia kita tiba di akhirnya. Janga larut, jangan terlena, jangan hanyut dalam perasaan. Ambil hikmah dan pelajaran. Dalam dukamu ada cerita mulia. Dalam sukamu ada kisah mulia. Cari dan temukan kemuliaan itu dengan keikhlasan penerimaan kepada semua takdirNya! .....
Sesungguhnya semua keadaan hakikatnya dari Gusti Allah semata. Sukamu, dukamu, tawamu, airmata pedihmu, semuanya adalah anugerahNya untuk melatih jiwa dan hatimu. Tanpa duka, engkau tak pernah dewasa. Tanpa airmata, engkau tak menghargai bahagia...
Terimalah dengan lapang dadamu semua yang IA berikan pada hatimu. Sakit dan gembiramu adalah pelajaran/hikmah yang harus engkau pahami. Jangan berlarut dalam duka, jangan terlena dalam suka. PAda setiapnya ada makna tersembunyi, yang hanya bisa dilihat dengan mata jiwa.
Gusti Allah Maha Halus dalam mengajarkan hamba-hambaNya. IA sisipkan rahasia-rahasiaNya dalam setiap kejadian, agar hamba-hambaNya dapat mengambil pelajaran yang dalam yang harus dibaca dan diresapi artinya secara perlahan. Untuk jadi pegangan perjalanan kehidupan.
Pedih, ceria, duka, tawa...adalah keadaan hati yang senantias berubah dan terus berubah sepanjang masa. Hingga usia kita tiba di akhirnya. Janga larut, jangan terlena, jangan hanyut dalam perasaan. Ambil hikmah dan pelajaran. Dalam dukamu ada cerita mulia. Dalam sukamu ada kisah mulia. Cari dan temukan kemuliaan itu dengan keikhlasan penerimaan kepada semua takdirNya! .....
What is World? (1): In the Ocean of Power
Air, water, mountains, animals, plants, your body, the chair on which you sit, in short, everything you see, touch, and feel, from the heaviest to the lightest is formed of atoms. Each page of the book you hold in your hand comprises billions of atoms. The diameter of an atom is only of the order of one millionth of a millimetre.
Visualize this: if you have an imaginary key in your hand that is as large as the earth, then each atom inside the key is the size of a cherry. Now take a single grain of salt and let us assume that we are able to count one billion (1,000,000,000) atoms per second. Then we would need over five hundred years to count the number of atoms inside this tiny grain of salt !!
What, then is there inside such a small structure?
The nucleus is located right at the centre of the atom. The radius of the nucleus is about ten thousandth of the radius of the atom. The volume of the nucleus is equal to a ten billionth of the volume of the atom.
To see the nucleus, we have to re-scale our imaginary Key and Cherry. The cherry representing our atom must again expand and become a large ball two hundred metres in diameter. Even at this unbelievable scale, the nucleus of our atom would not become any bigger than a very tiny grain of dust.
Yet there is one thing even more surprising than that: although its size is one ten billionth of an atom's size, the nucleus' mass comprises 99.95% of the mass of the atom !! The density comprising the mass of the atom is not distributed evenly throughout the whole atom. Due to the strong nuclear force, which is 100 times stronger than the repulsive force of the protons, the electro-magnetic force becomes ineffective, and thus all the protons's mass can be squeezed tightly together in the nuclei.
Therefore the greater part of an atom consists of space. Empty space. There is nothing else between the nucleus and the electrons that revolve around it. There is only a great space lying between the basic particles. If a small marble of one centimetre in diameter represents the electron closest to the nucleus, the nucleus would be one kilometre away from this marble. The empty space between them..is like the Ocean. We are all in one ocean of Atoms all Spinning and never colliding!...
What happen if that distance were not exist?..What happen if all atoms forming my body came together so close as to touch each other?..Then you would not be able to see me any more. All Creation can be existing only in an Atomic Ocean of Power...
source: Harun Yahya's http://www.harunyahya.com/matter.php
Visualize this: if you have an imaginary key in your hand that is as large as the earth, then each atom inside the key is the size of a cherry. Now take a single grain of salt and let us assume that we are able to count one billion (1,000,000,000) atoms per second. Then we would need over five hundred years to count the number of atoms inside this tiny grain of salt !!
What, then is there inside such a small structure?
The nucleus is located right at the centre of the atom. The radius of the nucleus is about ten thousandth of the radius of the atom. The volume of the nucleus is equal to a ten billionth of the volume of the atom.
To see the nucleus, we have to re-scale our imaginary Key and Cherry. The cherry representing our atom must again expand and become a large ball two hundred metres in diameter. Even at this unbelievable scale, the nucleus of our atom would not become any bigger than a very tiny grain of dust.
Yet there is one thing even more surprising than that: although its size is one ten billionth of an atom's size, the nucleus' mass comprises 99.95% of the mass of the atom !! The density comprising the mass of the atom is not distributed evenly throughout the whole atom. Due to the strong nuclear force, which is 100 times stronger than the repulsive force of the protons, the electro-magnetic force becomes ineffective, and thus all the protons's mass can be squeezed tightly together in the nuclei.
Therefore the greater part of an atom consists of space. Empty space. There is nothing else between the nucleus and the electrons that revolve around it. There is only a great space lying between the basic particles. If a small marble of one centimetre in diameter represents the electron closest to the nucleus, the nucleus would be one kilometre away from this marble. The empty space between them..is like the Ocean. We are all in one ocean of Atoms all Spinning and never colliding!...
What happen if that distance were not exist?..What happen if all atoms forming my body came together so close as to touch each other?..Then you would not be able to see me any more. All Creation can be existing only in an Atomic Ocean of Power...
source: Harun Yahya's http://www.harunyahya.com/matter.php
Sabtu
Berjalan Dalam Kaca

Sesungguhnya engkau ada dalam dunia banyak kaca. Berdiri pada satu sudut pandang pembiasan. Dan dalam banyak kaca engkau akan melihat banyak sisi dirimu. Banyak citra dalam banyak sudut yang berbeda, tapi hatimu tahu bahwa semuanya hakikatnya adalah dirimu. Sesungguhnya semua wujud adalah penampakan kasihsayangNya. Dalam kebaikan engkau melihat keMahaindahanNya. Dalam keburukan engkau melihat keMahaadilanNya. Pada semuanya ada hikmah dan pelajaran untuk diambil sebagai bekal dalam jalani kehidupan.
Manusia hanya berusaha untuk sedapat mungkin mencerminkan kemuliaan bias cahayaNya. Semurni mungkin. Tanpa terbiaskan oleh nafsu dan angkara, dan tabiat buruk dari diri ini. Karena nafsu dan angkara akan membelokkan bias cahayaNya, dan menjadikan "wujudmu" tidak sempurna, dan kehilangan kemuliaan sifat-sifatNya. Keindahan akan sirna dan tertutupi. Kelembutan akan hilang, tenggelam dalam nafsu dan keinginan-keinginan pribadi. Maka engkau menjelma menjadi apa saja sesuai dengan apa yang membiaskan cahayaNya. Engkau bisa menjadi lilin, menjadi api, menjadi bulan, menjadi matahari. Bias-bias cahayaNya mewujud melaluimu, dan menampakkan pada pandangan manusia semuanya.
Jadilah indah, dengan memurnikan bias cahayaNya saja. Pegang teguh syariat, seleksi lintasan hati. Bersihkan kaca cerminmu. Jangan biarkan debu membias cahayaNya. Jangan biarkan batu menghalangi lintasan bias cahayaNya. Bersihkan jalanmu, bersihkan hatimu, beningkan kaca cerminmu. Dan jadilah cermin yang sempurna memantulkan bayanganNya. Jadilah keindahan untuk manusia di sekitarmu. Jangan kotori cerminmu, jangan biaskan wujud indahmu.
Bersihkan satu-satu debu yang mengotori hati dan jiwamu. Perlahan saja, tapi pasti. Tak apa jika bias-bias tak sempurna masih ada, karena semuanya adalah pelajaran. Jangan berkecil hati karena kesalahan-kesalahan, jangan bersedih karena kesilapan dan kelengahan, jangan putus asa karena banyaknya kekurangan. Karena setiap bias tak sempurna adalah pelajaran yang sangat berharga. Pahami bagaimana engkau menjadi karena bias-biasmu itu, pahami bagaimana wujud yang buruk menjadi, pahami bagaimana ketidaksempurnaanmu menjadi. Bersabarlah dalam membersihkan hati. Aku tahu, bahwa seringkali engkau lemah tak berdaya di hadapan diri dan nafsumu. Maka sandarkan semua upaya pada kekuatanNya saja. Laa hawla wa laa quwwata illa billaah...
Manusia hanya berusaha untuk sedapat mungkin mencerminkan kemuliaan bias cahayaNya. Semurni mungkin. Tanpa terbiaskan oleh nafsu dan angkara, dan tabiat buruk dari diri ini. Karena nafsu dan angkara akan membelokkan bias cahayaNya, dan menjadikan "wujudmu" tidak sempurna, dan kehilangan kemuliaan sifat-sifatNya. Keindahan akan sirna dan tertutupi. Kelembutan akan hilang, tenggelam dalam nafsu dan keinginan-keinginan pribadi. Maka engkau menjelma menjadi apa saja sesuai dengan apa yang membiaskan cahayaNya. Engkau bisa menjadi lilin, menjadi api, menjadi bulan, menjadi matahari. Bias-bias cahayaNya mewujud melaluimu, dan menampakkan pada pandangan manusia semuanya.
Jadilah indah, dengan memurnikan bias cahayaNya saja. Pegang teguh syariat, seleksi lintasan hati. Bersihkan kaca cerminmu. Jangan biarkan debu membias cahayaNya. Jangan biarkan batu menghalangi lintasan bias cahayaNya. Bersihkan jalanmu, bersihkan hatimu, beningkan kaca cerminmu. Dan jadilah cermin yang sempurna memantulkan bayanganNya. Jadilah keindahan untuk manusia di sekitarmu. Jangan kotori cerminmu, jangan biaskan wujud indahmu.
Bersihkan satu-satu debu yang mengotori hati dan jiwamu. Perlahan saja, tapi pasti. Tak apa jika bias-bias tak sempurna masih ada, karena semuanya adalah pelajaran. Jangan berkecil hati karena kesalahan-kesalahan, jangan bersedih karena kesilapan dan kelengahan, jangan putus asa karena banyaknya kekurangan. Karena setiap bias tak sempurna adalah pelajaran yang sangat berharga. Pahami bagaimana engkau menjadi karena bias-biasmu itu, pahami bagaimana wujud yang buruk menjadi, pahami bagaimana ketidaksempurnaanmu menjadi. Bersabarlah dalam membersihkan hati. Aku tahu, bahwa seringkali engkau lemah tak berdaya di hadapan diri dan nafsumu. Maka sandarkan semua upaya pada kekuatanNya saja. Laa hawla wa laa quwwata illa billaah...
Bias samping, bias atas, biasa bawah, bias sudut. Semua adalah wujud dirimu yang ndak sempurna. Kelengkapan bias adalah kesempurnaan. Dalam kelurusan bias, bayangan terwujud lengkap dan sempurna. Engkau akan bisa melihat lengkap wajahmu, sinar matamu, raut ekspresi wajahmu, dan senyummu. Jadilah indah, dengan membersihkan kaca hatimu. Bening...bening...beningkan kaca hatimu, untuk membiaskan sempurna sifat-sifat dan keindahanNya.
Jadilah indah dengan keikhlasanmu. Hanya kepada Allah, hanya dengan Allah, hanya untuk Allah ...
Nafsu mu
"Kalaulah bukan karena adanya nafsu, pasti tak terjadi perjalanan orang-orang menuju kepada Allah. Dengan tiadanya nafsu, maka tak ada jarak antara engkau dan Alloh untuk dilalui, dan tak ada perintang entara engkau dan Allah untuk diatasi."
Perjalanan menuju Gusti Allah yang engkau bayangkan, sebenarnya ada dalam dirimu.
Sesungguhnyalah Gusti Allah lebih dekat kepada kita daripada kedekatan itu sendiri. Dan DIA telah mewajibkan atas diriNya untuk melimpahkan rahmat, cinta, kasih sayang, dan perhatian kepada semua makhluqNya. IA menciptakan nafsu di dalam diri kita hanya supaya ada "jarak" yang tercipta, antara IA dengan kita yang seringkali terpenjara oleh pesona nafsu kita. Nafsu adalah bagai arena untuk seekor kuda, sehingga kita bisa berlatih. Kita tak bisa meningkatkan perhatian, kasih sayang, dan rahmatNya itu, yang terlimpahkan terus-menerus. Latihan membuat kita semakin peka terhadap kehadiran anugerah dan kasih sayangNya.
Boleh jadi IA mentakdirkan kegelapan menyelimutimu, agar IA kemudian membuatmu bisa melihat kasih sayang dan kebesaran anugerahNya kepadamu. Surga dikelilingi api dan duri. Perbuatan maksiat dan kegelapan serta tabir-tabir yang menyertainya, terkadang menjadi jalan sebab kembalinya kita kepada kedekatan dan pelukan kasihsayangNya. Begitu kata sufi agung Ibu Atha'illah As-Sakandary. TeguranNya adalah peringatan dan penyadaran untuk kembali kepadaNya.
Jangan pernah putus harapan akan ampunanNya. Gusti Allah berkuasa atas semua hal, yang biasa-biasa saja maupun yang tak terkira. Gusti Allah menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup, baik secara harfiah maupun kiasan. Rahmat dan karuniaNya melapisi semua situasi. Mereka yang tulus akan selalu memiliki harapan serta berbaik sangka kepadaNya.
"Barang siapa menganggap mustahil kalau Gusti Allah bisa menyelamatkannya dari pengaruh syahwatnya, atau membebaskannya dari jerat kelalaiannya, berarti ia telah menganggap lemah kekuasaan Alloh.'Dan Gusti Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu' "
Al-Hikam Ibn Atha'illah As-Sakandary (w 1309M), Syarah by Syeikh Fadhlalla Haeri
Perjalanan menuju Gusti Allah yang engkau bayangkan, sebenarnya ada dalam dirimu.
Sesungguhnyalah Gusti Allah lebih dekat kepada kita daripada kedekatan itu sendiri. Dan DIA telah mewajibkan atas diriNya untuk melimpahkan rahmat, cinta, kasih sayang, dan perhatian kepada semua makhluqNya. IA menciptakan nafsu di dalam diri kita hanya supaya ada "jarak" yang tercipta, antara IA dengan kita yang seringkali terpenjara oleh pesona nafsu kita. Nafsu adalah bagai arena untuk seekor kuda, sehingga kita bisa berlatih. Kita tak bisa meningkatkan perhatian, kasih sayang, dan rahmatNya itu, yang terlimpahkan terus-menerus. Latihan membuat kita semakin peka terhadap kehadiran anugerah dan kasih sayangNya.
Boleh jadi IA mentakdirkan kegelapan menyelimutimu, agar IA kemudian membuatmu bisa melihat kasih sayang dan kebesaran anugerahNya kepadamu. Surga dikelilingi api dan duri. Perbuatan maksiat dan kegelapan serta tabir-tabir yang menyertainya, terkadang menjadi jalan sebab kembalinya kita kepada kedekatan dan pelukan kasihsayangNya. Begitu kata sufi agung Ibu Atha'illah As-Sakandary. TeguranNya adalah peringatan dan penyadaran untuk kembali kepadaNya.
Jangan pernah putus harapan akan ampunanNya. Gusti Allah berkuasa atas semua hal, yang biasa-biasa saja maupun yang tak terkira. Gusti Allah menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup, baik secara harfiah maupun kiasan. Rahmat dan karuniaNya melapisi semua situasi. Mereka yang tulus akan selalu memiliki harapan serta berbaik sangka kepadaNya.
"Barang siapa menganggap mustahil kalau Gusti Allah bisa menyelamatkannya dari pengaruh syahwatnya, atau membebaskannya dari jerat kelalaiannya, berarti ia telah menganggap lemah kekuasaan Alloh.'Dan Gusti Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu' "
Al-Hikam Ibn Atha'illah As-Sakandary (w 1309M), Syarah by Syeikh Fadhlalla Haeri
Langganan:
Postingan (Atom)
